NEWS

Kasus Simulator SIM Seret 4 Anggota Dewan

Sejumlah nama anggota DPR, terutama anggota dan bekas anggota Komisi III (hukum) terseret kasus korupsi pengadaan simulator SIM di Korps Lalu Lintas KepolisianMereka dimintai keterangan sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tersangka bekas Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo PARA anggota DPR itu adalah bekas Ketua Komisi Hukum Benny K Harman (Partai Demokrat), Wakil Ketua Komisi Hukum Azis Syamsuddin (Partai Golkar) dan dua anggota Komisi III, yakni Bambang Soesatyo (Partai Golkar), dan Herman Hery (PDIP). “Mereka diperiksa untuk kasus pengadaan simulator,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (28/2) lalu.

Pemeriksaan para legislator diduga terkait pernyataan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin. Nazaruddin, saat diperiksa dalam kasus tindak pidana pencucian uang Djoko Susilo pada Kamis (22/2), menyebutkan keterlibatan tiga anggota Komisi III. “Mereka itu Herman Hery, Azis Syamsuddin, dan Bambang Soesatyo,” kata Nazar.

Namun Nazaruddin belum mau merinci keterlibatan ketiga politisi Senayan tersebut. Dia berjanji akan membeberkan pada pemeriksaan lanjutan. Terkait pemeriksaan bersama anggota Komisi III DPR lainnya yaitu Aziz Syamsuddin, Herman Heri dan Benny K Harman, politisi Golkar, Bambang Soesatyo mengaku hanya mengklarifikasi ‘nyanyian’ Nazar.

“Saya, Azis, Herman dan Benny Harman diminta klarifikasi terkait prosedur dan proses anggaran di DPR. Kita menjelaskan anggaran pengadaan driving simulator sesuai UU nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan ketentuan yang ada dan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 73 Tahun 1999 Pasal 5, tidak dibahas di DPR karena tidak menggunakan dana APBN melainkan dana PNBP (penerimaan negara bukan pajak). Sesuai ketentuan, persetujuan penggunaan dana PNBP itu ada di kementerian keuangan,” papar pria yang akrab disapa Bamsoet ini saat dihubungi wartawan, Jumat (29/2).

Dia menyatakan bakal menghadapi dengan jantan tudingan yang diarahkan kepadanya. “Eskalasi tampaknya makin panas. Soal tuduhan keterlibatan sejumlah anggota Komisi III akan saya hadapi dengan kepala tegak,” tandasnya.

Bamsoet juga membantah tuduhan dirinya sebagai ‘pemain’. Dia mengaku memiliki pemasukan lebih besar sebagai pengusaha tambang. “Bisnis saya dari dulu tidak ada yang terkait APBN, yaitu, tambang batu bara dan biji besi yang pasarnya ke India dan China. Kalau saya ‘pemain’ tentu saya akan memilih menjadi anggota Dewan yang manis. Bukan yang keras melawan arus,” tuturnya.

Dalam kasus korupsi simulator SIM, KPK menetapkan empat tersangka yakni mantan Kepala Korlantas Irjen Pol Djoko Susilo, mantan WakaKorlantas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S. Bambang, dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto.

Djoko dijerat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 1 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto pasal 65 ayat 1 KUHPidana. Akibat perbuatannya negara mengalami kerugian mencapai Rp100 miliar.

Sebelumnya diberitakan, uang suap kasus korupsi simulator SIM yang menyeret Inspektur Jenderal Djoko Susilo diberikan di tempat parkir. Miliaran rupiah ‘upeti’ dibungkus dalam sebuah kardus tas kertas. Total uang mencapai Rp 10 miliar lalu diberikan ke politisi Partai Demokrat (Nazaruddin), Partai Golkar (Aziz Syamsuddin dan Bambang Soesatyo), serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Herman Hery).

Uang pelicin ini diduga terkait usaha memuluskan pembahasan anggaran untuk tahun 2011. Kardus air kemasan itu berpindah tangan di area parkir Plaza Senayan, Jakarta. Isinya uang kertas yang diperkirakan sejumlah Rp 4 miliar.Pembawanya Wasis Triapambudi, anggota staf Korps Lalu Lintas Kepolisian RI.Penerimanya ajudan Aziz Syamsuddin.

Beberapa saat sebelumnya, di kursi luar Kafe De Luca, juga di area parkir mal itu, Aziz duduk bersama Bambang Soesatyo. Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan, kepala panitia pengadaan simulator yang telah berkomunikasi dengan Aziz, mendatangi mereka. Ia menyampaikan pesan Djoko. “Kiriman ada di mobil.” Aziz lalu meminta ‘kiriman’ dipindahkan ke mobil yang ia tumpangi bersama Bambang, sedan hitam Mercy S-Class.

Teddy memimpin proyek simulator Tahun Anggaran 2011 senilai Rp 196,8 miliar. Ia beberapa kali menemani Djoko menemui anggota Dewan demi memuluskan proyek. Transaksi di De Luca pada akhir 2010 merupakan bagian dari serangkaian lobi.

Perjamuan dengan para politikus dilakukan beberapa kali di antaranya di Restoran Nippon Kan, Hotel Sultan, dan King Crab di Jakarta. Djoko dan Teddy juga menemui Muhammad Nazaruddin. Menurut seseorang yang mengetahui peristiwa ini, Nazaruddin menawarkan jasa ‘pengamanan’ anggaran kepolisian, termasuk proyek simulator. Djoko setuju dan meminta Nazar berhubungan dengan Teddy. Di pertemuan kedua, Teddy bertemu Nazaruddin yang ditemani Anas Urbaningrum. Berarti, bekas Ketua Umum Partai Demokrat ini ikut terseret.

Segera setelah serangkaian pertemuan, menurut sumber yang sama, Teddy sibuk mengantar ‘paket’ ke para politikus. Ia datang ke Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Ditaruh dalam paper bag dan dalam bentuk uang dolar Amerika Serikat, bingkisan ini merupakan jatah Demokrat. Bagian politikus PDI Perjuangan sejumlah Rp 2 miliar dikirimkan ke kantor Herman Hery di Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Bambang Soesatyo membantah hadir dalam penyerahan uang di Kafe De Luca.Ia mengaku hadir dalam pertemuan lain yang dihadiri Djoko Susilo di ruang VIP Restoran Basara, Menara Summitmas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.Bambang menyebut pertemuan di Basara dihadiri banyak anggota Komisi Hukum Dewan. Pembicaraannya seputar Rancangan Undang-Undang Lalu Lintas. [www.globalmuslim.web.id]

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Penting Dibaca

Prediksi Kekuatan Militer Negara Khilafah

Jangan Tertipu dengan Kenikmatan Dunia!

Islam Menjawab Segala Problema

Find Us on Facebook

%d blogger menyukai ini: