HEADLINE

Pejuang Suriah Rebut Pangkalan Pertahanan Udara Rezim Assad di Deraa

Pejuang Suriah merebut sebuah pangkalan militer di selatan negara itu pada hari Rabu (3/4/2013) setelah beberapa hari pertempuran sengit, para aktivis mengatakan. Pejuang Oposisi yang memerangi pasukan Presiden Bashar Assad telah memotong jalan diwilayah yang dikuasai rezim di bagian selatan negara itu dalam beberapa pekan terakhir dengan bantuan dari masuknya senjata dari asing. Tujuan mereka adalah untuk mengamankan koridor dari perbatasan Yordania ke Damaskus dalam persiapan untuk sebuah serangan akhir ke ibukota. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan, pejuang Suriah merebut pangkalan pertahanan udara, markas bagi batalion 49 tentara Suriah, di pinggiran kota Daraa, tempat kelahiran pemberontakan di negara itu pada Rabu setelah bertempur melawan pasukan Assad di daerah tersebut selama beberapa hari.

Perebuatan itu mengikuti serangkaian kemenangan pejuang Islam lainnya di provinsi selatan Daraa, wilayah yang sebagian besar pertanian yang penghuninya didominasi oleh kaum Sunni. Bulan lalu, pejuang oposisi merebut Dael, salah satu kota terbesar di provinsi tersebut, dan menyerbu basis pertahanan udara lain di wilayah itu.

Sebuah video amatir yang diposting online hari Rabu menunjukkan apa yang tampaknya anggota pejuang Suriah dari Brigade Houran Suqour, mengendarai sebuah pengangkut personel lapis baja di dalam markas batalyon ke-49.

Video lain, yang diposting oleh Brigade Fajr al-Islam, menunjukkan pejuang Suriah berjalan disekitar markas ketika suara berdebum datang dari roket artileri berat yang ditembakkan pasukan rezim Bashar Al-Assad terdekat terdengar sebagai latar belakang . Sebuah roket yang hancur, truk-truk tentara dan radar terlihat di tanah di dalam pangkalan.

Video yang muncul tersebut konsisten dengan laporan AP dari daerah.

Pertempuran telah meningkat di Suriah dalam beberapa pekan terakhir, ketika pejuang Suriah dan dan rezim Assad mencoba untuk berada diatas angin dalam konflik 2-tahun yang PBB mengatakan telah menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Para pejuang Islam Suriah mengontrol porsi besar Suriah di utara yang berbatasan Turki. Mereka juga telah berhasil merebut tempat di timur di sepanjang perbatasan dengan Irak baru-baru ini, namun wilayah strategis antara pinggiran selatan Damaskus dan Yordania – dikenal sebagai dataran Houran – dipandang sebagai pintu gerbang penting ke ibukota.

Kedua belah pihak, pejuang Suriah dan rezim Bashar Al-Assad, menganggap Damaskus, sekitar 100 kilometer dari perbatasan Yordania adalah hadiah utama.

Para pejuang Suriah telah mendirikan pijakan di sejumlah pinggiran kota Damaskus, tetapi hanya mampu untuk mendorong ke daerah terbatas di bagian selatan dan timur laut ibukota. Satu-satunya serangan utama mereka ke ibukota terjadi Juli lalu yang berakhir cepat dan dapat digagalkan oleh pasukan rezim Bashar Al-Assad. (voa-islam)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Penting Dibaca

Prediksi Kekuatan Militer Negara Khilafah

Jangan Tertipu dengan Kenikmatan Dunia!

Islam Menjawab Segala Problema

Find Us on Facebook

%d blogger menyukai ini: