NAFSIYAH, TOREHAN TINTA SYABAB FKIM

Antara Do’a dan Ikhtiar

siluet-berdoaBerdoa adalah inti dari ibadah. Setiap muslim diperintahkan untuk memperbanyak doa dan meninggalkan rasa malas dalam berdoa. Sabda Nabi SAW :

Mintalah kepada Allah dari anugerah-Nya, sesungguhnya Allah senang untuk diminta.” (HR. Tirmidzi)

Nabi SAW juga menjelaskan bahwa betapa murkanya Allah kepada orang-orang yang meninggalkan amalan berdoa. Nabi SAW bersabda :

Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Allah murka padanya.” (HR. Tirmidzi)

Seorang muslim diperintahkan untuk bermunajat kepada Allah dalam setiap waktu. Beragam do’a diajarkan baik dalam Kitabullah maupun melalui lisan Nabi SAW. Tidak saja saat beribadah tetapi juga dalam aneka kondisi seperti naik kendaraan, bepergian, dan lain sebagainya. Dengan berdo’a maka seseorang menjaga kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Maka ingatlah diriku niscaya Aku mengingat dirimu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152).

Berdo’a bukanlah bentuk keputus-asaan kita, justru berdo’a adalah salah satu bentuk ikhtiar yang bersifat ruhiyah. Pelakunya yakin bahwa senantiasa ada idrak shillah billah (kesadaran hubungannya dengan Allah SWT). Artinya bahwa tidak ada yang bisa memudahkan dan memberi kesusahan melainkan hanya Allah SWT. Sebagaimana pesan Nabi SAW kepada Ibnu Abbas RA :

Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta tolong maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah seandainya manusia berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu maka tidak akan bisa memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan kepadamu, dan jika manusia berkumpul untuk mencelakakan dirimu dengan sesuatu maka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.” (HR. Tirmidzi).

Perlu diingat, berdo’a bukanlah satu-satunya cara yang diperintahkan oleh Allah dalam mengatasi kesulitan hidup. Sehingga ada anggapan bahwa cukuplah bagi kaum muslimin dengan berdoa saja sehingga semua masalah akan teratasi.

Ini adalah kesalah pahaman yang menjurus pada sikap fatalistik. Menyandarkan semuanya pada masalah yang ghaib. Hal ini pernah menimpa kaum muslimin di masa lampau saat menghadapi serangan Mongol/pasukan Tartar, dimana mereka menghadapinya hanya dengan membaca kitab Shahih Bukhari, berharap keberkahan hadits-hadits Nabi SAW. bisa menolak bencana. Hal seperti ini juga terulang di masa sekarang. Kita sering menyaksikan doa bersama untuk menolak aneka krisis; krisis moral, krisis ekonomi, dan bencana alam.

Selain memerintahkan berdoa, Allah pun memerintahkan kaum muslimin untuk melakukan ikhtiar yang bersifat action/fisik/materi. Dalam peperangan, Allah mewajibkan umat Islam untuk mempersiapkan pasukan sebaik-baiknya sehingga bisa menggentarkan hati musuh. Sebagaimana firman-Nya:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ

Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya; sedangkan Allah mengetahuinya.” (QS Al-Anfal: 60).

Berbagai problematika yang dihadapi umat pada hari ini, krisis yang multidimensi, tidak cukup dipecahkan dengan doa. Tetapi wajib ada ikhtiar nyata. Aneka masalah yang mencekik kita hari ini disebabkan karena sistem yang diterapkan ditengah-tengah kita bukan berasal dari sang Pencipta (Allah SWT) yaitu SISTEM DEMOKRASI. Sistem ini yang menjauhkan umat dari ajaran Islam yaitu akidah dan syariatnya tetapi memaksa umat untuk menyembah MANUSIA. Maka usaha yang harus dilakukan adalah membumikan ajaran Islam, menjadikan akidah Islamiyah sebagai landasan kehidupan bermasyarakat serta menjadikan syariatnya sebagai aturan dalam kehidupan, semuanya hanya bisa diterapkan pada SISTEM KHILAFAH ISLAMIYAH.

Inilah perubahan yang harus dilakukan oleh umat, bukan sekedar berdoa dan menunggu datangnya perubahan dari langit. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga kaum itu mau mengubah nasibnya sendiri.” (QS Ar-Ra’d: 11)

و الله أعلم بالصواب

[M. Maulana Al-Fatih]

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Penting Dibaca

Prediksi Kekuatan Militer Negara Khilafah

Jangan Tertipu dengan Kenikmatan Dunia!

Islam Menjawab Segala Problema

Find Us on Facebook

%d blogger menyukai ini: