AKHBAR UIKA, NAFSIYAH

Awas, Bahaya Laten Nyontek!

aAlhamdulillah UIKA kini telah memasuki “Pekan UAS”. Hampir seluruh fakultas mengadakan UAS (Ujian Akhir Semester). Sudah menjadi rahasia umum (udah ga pantes disebut rahasia sih..) jika mahasiswa dan kaum pelajar yang lain ketika di musim ujian itu jadi terbiasa dengan istilah dan perbuatan nyontek.

Apa itu nyontek?

Dalam Wikipedia Bahasa Inggris, Cheating (menyontek) adalah suatu tindakan tidak jujur yang dilakukan secara sadar untuk menciptakan keuntungan dengan mengabaikan prinsip keadilan. Itu berarti mencontek adalah sebuah tindak pelanggaran atas prinsip keadilan. :p

Mungkin sudah biasa ya bagi kalangan pelajar atau mahasiswa, dengan sejuta alasan yang ada untuk membenarkan tindakan mencontek mereka tersebut. Mulai dari lupa belajar, materinya belum sampai sana lah, kurang tidur jadi tidak sempat belajar lah, dan masih banyak lagi alasan yang digunakan untuk membenarkan tindakan mencontek yang sepertinya memang sudah mendarah daging di kalangan pelajar atau mahasiswa.

Saya pernah bertanya kepada beberapa siswa di kelas (sewaktu SMA) tentang nyontek, ternyata hasilnya sangat fantastis, 100% dari mereka setuju dan pernah melakukan kegiatan mencontek, baik dengan bertanya teman, membuka buku catatan, merangkum dengan kertas, bahkan lewat sms. Segitu, SMA saya adalah SMA Islam (Madrasah Aliyah Negri).

Sangat besar memang persentase para pencontek di kalangan pelajar dan mahasiswa pada zaman sekarang. Namun sebenarnya, mereka yang mencontek iu tahu gak ya bahaya dari mencontek itu? Mencontek memiliki tingkat bahaya yang tidak bisa dibilang enteng, bahaya yang dapat saya uraikan adalah sebagai berikut :

  1. Ketahuan pengawas, disanksi
  2. Mengganggu konsentrasi saat mengerjakan soal ujian
  3. Menumbuhkan moral bejat jangka panjang, nanti maunya yang instan terus, paling banter menumbuhkan moral koruptor
  4. Mematikan kreatifitas dan daya pikir otak

Dan di atas itu semua, nyontek itu dosa, mas broh!

Ketika seseorang berniat untuk mencontek, tentu ia akan mencari cara bagaimana agar tidak ketahuan oleh pengawas. Saat posisi dan waktu telah dirasa aman, mulailah dia melakukan aksinya, dengan perasaan dag dig dug takut kalau-kalau aksinya ketahuan oleh sang pengawas. Sungguh apa yang telah dilakukan oleh si siswa tadi sangat sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

الْبِرُّحُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَاحَاك فِي نَفْسِك وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

Kebajikan adalah bagusnya akhlak, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwamu dan kamu tidak suka apabila hal itu diketahui oleh orang lain.” (HR.Muslim)

Nyontek itu sepele?

Kalaulah kita terima pendapat ini yaitu bahwa nyontek merupakan perbuatan yang sepele dan hanya merupakan dosa kecil, coba perhatikan sabba Baginda Nabi SAW:

مَن غَشَّنَا فَلَيْس مِنَّا

Barangsiapa yang berbuat curang, maka ia bukan termasuk golongan kami” (HR. Muslim).

Apabila seseorang pernah tertangkap basah menyontek, mungkin orang-orang disekitarnya akan menjadi ragu tentang kejujuran dirinya. Gerak-geriknya menjadi selalu diawasi karena khawatir ia akan melakukan sebuah kecurangan. Orang bertipe penyontek akan selalu berusaha mencari-cari kesempatan untuk berbuat curang demi keuntungan pribadinya.

Sesungguhnya setiap apa yang kita lakukan, pasti diketahui oleh Allah Ta’ala, Dzat Yang Maha Mengetahui. Apakah layak bagi seorang muslim tatkala melakukan perbuatan kemaksiatan, ia merasa malu dan khawatir jika diketahui oleh orang lain namun dirinya seolah-olah melupakan Allah Yang Maha Mengetahui sehingga tidak merasa malu dan khawatir kepada-Nya?

..Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al-Hadid: 4).

Mungkin, kadang hati ini terasa sangat berat untuk menerima kebenaran, sangat susah untuk mempelajari ilmu. Anggota badan terasa begitu mudah melakukan kemaksiatan. Demikian pula do’a terasa sangat susah untuk dikabulkan.

Setelah kita mengetahui betapa jeleknya perbuatan nyontek ini dan dulu kita pernah melakukannya, marilah kita tutup kejelekan tersebut dengan banyak berbuat kebajikan dan bertaubat kepada-Nya. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Akhirnya kita berdoa, mudah-mudahan Allah menyadarkan sebagaian kaum muslimin yang masih memiliki kebiasan nyontek, mengampuni dosa-dosa mereka dan menjadikan budaya nyontek terkubur dalam-dalam hingga tidak tercium lagi oleh kaum muslimin. Amin.

والله أعلم بالصواب

[Div. Infokom FKIM]

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Penting Dibaca

Prediksi Kekuatan Militer Negara Khilafah

Jangan Tertipu dengan Kenikmatan Dunia!

Islam Menjawab Segala Problema

Find Us on Facebook

%d blogger menyukai ini: